Kondisi digitalisasi Indonesia saat ini rata-rata pengguna menghabiskan waktu hampir 9 jam sehari untuk berselancar di internet untuk berkomunikasi, bertransaksi, akses transpotasi, dan sebagainya. Kondisi tersebut turut mengubah wajah ekonomi dunia di era digital.
Perubahan itu terjadi karena ada sharing economy, e-education, e-government, cloud, marketplace, telemedicine, smart city, dan e-payment. Di mana semuanya bisa dioperasikan dari gadget.
“Perilaku konsumen hari ini sebanyak 82 persen mencari informasi mengenai produk di sekitarnya menggunakan mesin pencarian. Ini juga membuat bisnis online tumbuh lebih cepat dari bisnis offline,” papar Lia D. Najib sebagai anggota Relawan TIK Cianjur dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (09/10/2021).
Beberapa kebiasaan kita pun berubah. Di era digital ini kita tidak perlu membeli kaset untuk mendengarkan musik atau menonton film, karena semuanya bisa diakses secara online melalui platform streaming. Penyimpanan digital pun bisa dilakukan secara online melalui cloud tanpa memerlukan hardware seperti flashdisk. Bahkan, dalam hal transaksi, saat ini pembayaran cashless lebih populer dan banyak digunakan dibanding pembayaran cash.
“Di era digital hari ini semuanya berubah. Selama ada koneksi internet dan meng-upgrade skills, kita bisa melakukan apapun. Kita juga mudah mempunyai bisnis secara online karena setiap orang memiliki kesempatan yang sama,” tuturnya.
Perubahan perilaku dan pergeseran budaya banyak terjadi karena adanya teknologi. Termasuk di dalamnya perubahan pekerjaan di masa mendatang. Ia mengatakan, setidaknya di masa depan terdapat puluhan profesi baru yang muncul ke permukaan. Pekerjaan-pekerjaan ini mungkin akan muncul dalam waktu lima hingga 10 tahun mendatang. Puluhan pekerjaan ini banyak yang mengandalkan pemanfaatan teknologi dan kemampuan digital seseorang seseorang.
Sesuatu yang dianggap futuristik di masa lalu, akan terjadi di era digital. Menurutnya, dengan bantuan teknologi dan akses internet, semua hal yang sebelumnya dianggap tidak mungkin bisa saja menjadi kenyataan di masa mendatang. Oleh karena itu, di era digital ini sebaiknya kita update skill dan membuat rekam jejak digital yang baik.
Webinar juga menghadirkan pembicara, Diana Nafiah (COO Halo Bayi), Oktavian Jasmin (COO of Prosperos Food), Nindy Tri Jayanti (Entrepreneur & Penggiat UMKM), dan Kevin Joshua sebagai Key Opinion Leader.












