WhatsApp menjadi platform yang paling banyak dipakai bukan hanya untuk sekadar berbagi informasi dan mengirim pesan namun di dalam dunia pendidikan.
Indah Purnama Dewi dosen Universitas Singaperbangsa, Karawang menjelaskan, WhatsApp ini sangat fleksibel, mudah, para guru, dosen lebih senang membagikan materi, berkomunikasi dengan siswa dan mahasiswa itu melalui WhatsApp.
Dari data redaksi LPPM di Jatim bahwa WhatsApp menduduki peringkat pertama dalam pembelajaran online. Menggunakan WhatsApp memang lebih sederhana, guru atau dosen dapat mengirim berbagai materi, soal evaluasi dalam bentuk video atau voice note WhatsApp. WhatsApp juga mampu memfasilitasi pembelajaran dua arah melalui video call. Ada beberapa platform digital lagi yang sering digunakan yakni yang difasilitasi oleh Google yaitu Google Classroom, Google Form dan Google Meet
“Google Classroom ini adalah platform gratis yang berbasis web. Digunakan untuk mempermudah kegiatan, berbagi file mereka untuk membuat tugas, untuk mengumpulkan tugas, berbagi materi pembelajaran atau silabus. Untuk para pendidik, kita bisa memberikan atau mengirimkan tugas mengadakan ujian atau kuis dan tanya jawab interaktif. Bisa juga menghubungkan instruktur dengan siswa,” ungkapnya saat mengisi webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (10/11/2021).
Google Classroom juga dapat membuat kelas juga mengundang peserta didik kemudian memfasilitasi komunikasi antara guru dan siswa. Selayaknya di kelas ada fitur untuk membuat pengumuman.
Selanjutnya, Google Meet adalah platform yang difasilitasi oleh Google merupakan salah satu aplikasi yang digunakan orang-orang di dalam dunia kerja dan di dunia pendidikan untuk saling berdiskusi. Dapat menampilkan suara saja atau suara dan gambar serta teks. Karena ada kolom untuk chatting. Google meet ini juga dirancang dengan baik sehingga dapat mengkondisikan pertemuan-pertemuan secara daring dengan baik dan aman.
“Kelebihan Google Meet yakni user interface yang memiliki tampilan antarmuka yang unik, menarik serta berfungsi sangat baik. Memberikan kemudahan bagi para pekerja terutama melakukan video conference yang dapat membantu kita semua khususnya para pekerja para pendidik gitu untuk dapat menggeluti dunianya masing-masing,” jelasnya.
Fitur-fiturnya gratis dan mampu mengundang sebanyak 30 orang lebih ya kemudian terintegrasi dengan Google Calendar. Karena ini produk Google jadi dapat terintegrasi dengan sesama produk Google lainnya. Dapat diakses di semua platform, tidak hanya bisa diakses menggunakan PC /desktop ataupun yang lain juga menggunakan Android
Google form layanan dari Google memungkinkan untuk membuat survei. Jadi jika para pendidik, guru atau dosen dapat menggunakan untuk membuat daftar hadir, ujian, kuis, tes dan lainnya.
Kelebihan dari Google Form ini adalah gratis tidak memerlukan biaya dibandingkan dengan yang lainnya platform pembuatan form yang lain. Memang Google ini adalah yang paling banyak digunakan. Tampilannya simpel dan memiliki fitur drag and drop jadi lebih mudah untuk mengedit. Pastinya terintegrasi dengan platform Google lainnya yakni Google Sheet yang nanti mempermudah untuk dijadikan laporan.
Webinar juga menghadirkan pembicara, Oman Kamarudin (Ketua Relawan TIK Karawang), dr. Frendy Winardi (Founder Royals Rejuvia), Stefany Anggriani (Influencer), dan Deya Oktarissa sebagai Key Opinion Leader.












