Banyak Program CSR Dilakukan Oleh Pertamina EP, Pemberdayaan Masyarakat Adalah Salah Satu Yang Konsisten dilakukan Adalah Mengawal Lingkungan Agar Tetap Lestari.
PT Pertamina EP dalam menjalankan kegiatan eksplorasi dan produksi migas tidak hanya mengejar kinerja positif semata, namun terus memperkuat prinsip bisnis keberlanjutan dengan mengimplementasikan nilai Environmental, Social and Governance (ESG) serta mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Delevopment Goals (SDG’s) yang dicanangkan pemerintah. Hidup berdampingan dengan alam dan masyarakat, Pertamina EP mengintegrasikan kebijakan dan program perusahaan selaras dengan aspek lingkungan, sosial dan tata Kelola perusahaan yang baik.
Salah satunya dengan memberdayakan masyarakat untuk bisa mandiri sekaligus mengawal lingkungan agar tetap lestari melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Di Lapangan Subang, Pertamina EP mengembangkan program CSR di bidang pertanian organik yang diberi nama Jejak Setapak (Jerih Kerja Karawang, Semangat Petani Sehat Ketahanan Pangan Meningkat) ini berlokasi di Desa Plawad, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang dengan salah satu produk utamanya adalah beras organik.
Program yang telah digiatkan sejak tahun 2019 ini memberdayakan pemuda korban PHK akibat pandemi Covid-19. Pertanian organik ini sebagai upaya untuk mengoptimalkan potensi lokal di wilayah Karawang dalam menjaga stabilitas ketahanan pangan masyarakat di kala Pandemi Covid-19. Konsep pertanian organik yang diusung Jejak Setapak menggunakan sistem akuaponik, yaitu kolaborasi antara pertanian tanaman padi dan perikanan.
Sedangkan di wilayah Subang, Pertamina EP Subang Field bersama-sama masyarakat Desa Cikadu, Kecamatan Cijambe Kabupaten Subang mendorong usaha pengolahan serat daun nanas agar memiliki nilai jual yang tinggi sekaligus mengurangi limbah, yang dijuluki PESONA Subang atau program Pemanfaatan Serat Daun Nanas.
Tak hanya itu, di bidang kesehatan, Pertamina EP Subang Field menginisiasi Program PANTURA (Pasukan Anti Penularan HIV & AIDS), Program PELITA (Pendidikan Lingkungan Untuk Anak) di sektor pendidikan, dan program MELINTANG (Masyarakat Peduli Alam Puntang) yang dibentuk untuk memotivasi masyarakat agar berpartisipasi aktif dalam melindungi kawasan konservasi. Atas komitmen ini, selama empat tahun berturut-turut semenjak Tahun 2018, Pertamina EP Subang Field berhasil meraih anugerah PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Pada
Kinerja terakhir, PT Pertamina EP (PEP) Subang Field mampu memenuhi target produksi gas bumi rata-rata 160 juta standar kaki kubik per hari (MMsCfD) dan minyak bumi mencapai 4090 BOPD di kuatal III 2022 . Harapannya produksi ini bisa dipertahankan demi memperkuat ketahanan energi nasional.
Senior Field Manager Pertamina EP Subang Field Ndirga Andri Sisworo mengatakan, produksi gas Pertamina EP Subang Field telah memenuhi 100 persen target dan menyumbang 60 persen produksi gas Zona 7 Regional Jawa Subholding Upstream (SHU) Pertamina.
“Total sumur yang dikelola di Subang Field ada 88 sumur terletak di wilayah Subang dan Karawang,” kata Ndirga kepada infobisnis, Sabtu (8/10/2022).
Ndirga melanjutkan, gas bumi hasil produksi Subang Field sebagian besar disalurkan ke konsumen yang ada di Jawa Barat dan DKI Jakarta. Total rata-rata gas yang dijual mencapai 130 MMsCFD.
Selain gas bumi, Subang Field juga memproduksi minyak yang saat ini telah menyentuh level 4.300 barel per hari (bph) atau 87 persen dari target. Meski begitu, jumlah produksi tersebut meningkat dibandingkan beberapa bulan lalu yang ada di angka 3.500 bph.












