PT United Tractors Tbk mencatatkan kinerja penjualan alat berat Komatsu yang masih tertekan pada awal 2026. Hingga Februari, market share Komatsu tercatat sebesar 21% secara year to date, mencerminkan persaingan yang semakin ketat di industri alat berat nasional.
Secara volume, penjualan Komatsu mencapai 869 unit pada Januari–Februari 2026, turun 10,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 971 unit. Penurunan ini menjadi sinyal perlambatan permintaan, terutama dari sektor-sektor utama yang selama ini menopang penjualan alat berat.
Kontribusi terbesar masih berasal dari sektor pertambangan sebesar 49%, diikuti sektor konstruksi dan kehutanan masing-masing 18%, serta agribisnis sebesar 15%. Struktur ini menunjukkan ketergantungan signifikan pada sektor berbasis komoditas, khususnya batu bara, yang tengah mengalami tekanan harga dan permintaan global.
Penurunan kinerja juga terlihat secara bulanan. Pada Februari 2026, penjualan hanya mencapai 259 unit, anjlok 57,5% dibandingkan Januari 2026 yang mencatatkan 610 unit. Koreksi tajam ini mengindikasikan adanya penyesuaian permintaan di awal tahun, termasuk faktor musiman dan kehati-hatian pelaku usaha.
Dari sisi operasional, anak usaha Pamapersada Nusantara mencatatkan produksi batu bara sebesar 20,4 juta ton hingga Februari 2026, turun 6,85% dari 21,9 juta ton pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini sejalan dengan moderasi aktivitas tambang di tengah fluktuasi harga energi global.
Sementara itu, volume penjualan batu bara melalui Tuah Turangga Agung mencapai 2,771 juta ton, turun 2,9% secara tahunan. Meski penurunannya relatif lebih kecil, tren ini tetap menunjukkan adanya tekanan di lini bisnis energi yang selama ini menjadi penopang utama kinerja UNTR.
Tekanan ini terjadi di tengah tren global di mana harga batu bara mengalami normalisasi setelah lonjakan pada periode 2022–2023. Sejumlah riset menunjukkan harga batu bara acuan global cenderung melemah dan stabil di kisaran US$100–130 per ton pada 2025–2026, berdampak pada penurunan belanja modal perusahaan tambang, termasuk pembelian alat berat.
Meski demikian, prospek jangka menengah masih terbuka seiring kebutuhan energi dan pembangunan infrastruktur di negara berkembang. Namun, keberlanjutan kinerja United Tractors akan sangat bergantung pada diversifikasi sektor, pemulihan harga komoditas, serta adaptasi terhadap tren transisi energi yang mulai memengaruhi permintaan alat berat secara global.











