PT Polytama Propindo (Polytama), produsen resin polipropilena terkemuka di Indonesia, terus memperluas kontribusinya kepada masyarakat melalui berbagai inisiatif yang tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk belajar, berinteraksi, bergerak, dan tumbuh bersama. Salah satunya diwujudkan melalui Polytama Stacko atau “POLYCO”, permainan edukatif yang memanfaatkan fine polymer dari proses produksi Polytama menjadi produk bernilai dan bermanfaat bagi komunitas.
POLYCO dikembangkan sebagai bagian dari komitmen Polytama dalam menghadirkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang memberikan dampak positif serta berkelanjutan. Melalui program tersebut, material yang sebelumnya dipandang sebagai bagian dari sisa proses produksi dapat memperoleh nilai dan fungsi baru melalui proses pengembangan yang tepat.
Inisiatif POLYCO dikembangkan bersama Mitra Binaan CSR Polytama dan Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PAUD) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Kolaborasi ini menghadirkan permainan yang tidak sekadar menjadi sarana hiburan, namun juga dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang mendorong kemampuan kognitif, motorik, dan bahasa.
Pengembangan POLYCO juga telah melalui proses validasi bersama Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PAUD) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Validasi dilakukan untuk memastikan kesesuaian permainan sebagai media edukasi, baik dari aspek aktivitas bermain maupun stimulasi kemampuan kognitif, motorik, dan bahasa anak. Hasil validasi tersebut menjadi dasar dalam penyempurnaan POLYCO sehingga permainan yang dihasilkan tidak hanya menarik, tetapi juga relevan sebagai media pembelajaran.
Pemanfaatan fine polymer menjadi POLYCO memperlihatkan bagaimana hasil dari sebuah proses produksi dapat terus memberikan nilai dan dikembangkan menjadi sesuatu yang dekat dengan kehidupan masyarakat, khususnya sebagai media interaksi dan pembelajaran.
Melalui permainan berbentuk balok dan susunan warna serta angka, POLYCO dapat digunakan untuk menghadirkan aktivitas yang melatih kemampuan berpikir, koordinasi gerak, pengenalan bahasa, hingga kemampuan berinteraksi. Pendekatan bermain membuat proses belajar dapat berlangsung secara lebih menyenangkan dan tidak terasa sebagai aktivitas pembelajaran yang kaku.
Direktur Polytama Propindo, Dwinanto Kurniawan, menyampaikan, kehadiran POLYCO menjadi salah satu contoh bagaimana Polytama berupaya memastikan manfaat perusahaan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Bagi Polytama, setiap proses produksi bukan hanya berbicara mengenai bagaimana menghasilkan produk untuk memenuhi kebutuhan industri. Kami juga melihat bagaimana setiap hasil dari proses tersebut dapat memberikan nilai dan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. POLYCO merupakan salah satu bentuk nyata dari semangat tersebut,” ujar Dwinanto Kurniawan.
Menurut Dwinanto, Polytama ingin membangun perspektif bahwa keberadaan industri dapat berjalan berdampingan dengan pemberdayaan masyarakat. Karena itu, program TJSL tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan bantuan yang bersifat sesaat, tetapi juga menciptakan ruang agar masyarakat dapat memperoleh manfaat, pengalaman, dan kesempatan untuk berkembang.
Polytama ingin terus menghadirkan program yang menciptakan ruang untuk belajar, bertumbuh, berinteraksi, dan saling memberikan manfaat. POLYCO menjadi salah satu contoh bahwa sesuatu yang berasal dari proses produksi dapat dikembangkan menjadi sarana yang menghadirkan kebahagiaan sekaligus pembelajaran bagi masyarakat.
Dalam implementasinya, POLYCO tidak hanya diperkenalkan kepada anak-anak, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana aktivitas bersama masyarakat lanjut usia. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi di Panti Wreda Kasih Cirebon.
Kehadiran permainan edukatif di lingkungan panti menjadi bagian dari upaya menciptakan aktivitas yang mendorong para lansia untuk tetap aktif. Aktivitas sederhana seperti menyusun, mengenali bentuk, warna, angka, serta berinteraksi dengan orang lain dapat menjadi ruang untuk menjaga keterlibatan sosial dan memberikan pengalaman yang menyenangkan.
Polytama melihat bahwa aktivitas bersama memiliki nilai penting bagi lansia. Bukan sekadar membuat mereka tetap bergerak, kegiatan tersebut juga membuka kesempatan untuk berkomunikasi, berbagi pengalaman, dan membangun interaksi dengan lingkungan sekitar.
Di sisi lain, keterlibatan anak-anak dan lansia dalam aktivitas yang sama menghadirkan dimensi pembelajaran lintas generasi. Anak dapat belajar melalui permainan, sementara lansia memperoleh ruang untuk tetap aktif dan berinteraksi. Dalam proses tersebut, keduanya dapat saling belajar dengan cara yang sederhana dan menyenangkan. Setiap balok dapat menjadi awal dari aktivitas yang mendorong seseorang untuk berpikir, bergerak, berkomunikasi, sekaligus berkolaborasi. Bagi anak-anak, POLYCO dapat menjadi media untuk mengembangkan kemampuan kognitif, motorik, dan bahasa.
Inisiatif ini sekaligus memperkuat pesan bahwa keberlanjutan bukan hanya mengenai pengelolaan lingkungan, tetapi juga mengenai bagaimana perusahaan menciptakan nilai yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Polytama berupaya menghubungkan aspek produksi, pemanfaatan material, edukasi, dan pemberdayaan komunitas dalam satu rangkaian manfaat.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Polytama untuk terus menjalankan TJSL secara berkelanjutan dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat. Polytama juga melihat POLYCO sebagai contoh bahwa inovasi dapat lahir dari cara pandang yang berbeda terhadap suatu material. Ketika proses produksi dilihat secara menyeluruh, peluang untuk menciptakan nilai baru dapat ditemukan bukan hanya pada produk utama, tetapi juga melalui pemanfaatan hasil proses secara tepat dan bertanggung jawab.
“Polytama berkomitmen untuk terus mendorong berbagai inisiatif yang memberikan dampak positif bagi komunitas melalui kolaborasi dan inovasi. POLYCO menjadi salah satu bukti bahwa keberlanjutan dapat diwujudkan melalui langkah yang dekat dengan masyarakat dan mampu menghubungkan berbagai generasi. Sejalan dengan semangat Polytama, Synergize to Grow atau bersinergi untuk tumbuh,” ucap Dwinanto Kurniawan.












