PT Polytama Propindo (Polytama), produsen resin polipropilena terkemuka di Indonesia, menegaskan komitmennya untuk mengawal secara langsung seluruh tahapan pengerjaan proyek pengembangan infrastruktur jetty yang dilaksanakan oleh mitra kontraktor, PT Adhi Karya. Komitmen tersebut disampaikan dalam forum koordinasi dan penyerapan aspirasi bersama jajaran Pemerintah Kecamatan, Kepala Desa/Kuwu, perwakilan nelayan, serta tokoh masyarakat , pada Selasa (6/10). Para pihak sepakat untuk menjaga komunikasi dan koordinasi yang konstruktif guna mendukung penyelesaian permasalahan serta menjaga kondisi lingkungan sekitar proyek tetap kondusif.
Pada pertemuan tersebut, Polytama secara khusus menghadirkan PT Adhi Karya selaku salah satu kontraktor yang terlibat dalam pekerjaan pembangunan jetty. Keterlibatan langsung kontraktor dalam forum tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara perusahaan, pelaksana proyek, pemerintah, dan masyarakat.
Melalui forum dialog tersebut, Polytama menegaskan langkah aktif perusahaan dalam mendampingi pelaksanaan pekerjaan di lapangan guna memastikan proyek berjalan sesuai ketentuan, sekaligus merespons berbagai aspirasi dan perhatian masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan, khususnya di kawasan Ring 1.
“Kami berkomitmen mengawal pelaksanaan pekerjaan secara langsung bersama kontraktor, termasuk memastikan aspek keselamatan, kepatuhan, serta pengelolaan dampak sosial dan lingkungan menjadi perhatian dalam setiap tahapan pekerjaan,” ujar Direktur PT Polytama Propindo, Dwinanto Kurniawan.
Dalam pertemuan tersebut, Polytama juga menyampaikan informasi mengenai kontribusi penyerapan tenaga kerja lokal dalam kegiatan operasional Polytama di luar proyek. Saat ini terdapat lebih dari 200 pekerja yang berasal dari Desa Limbangan, Desa Lombang, dan Desa Tinumpuk.
Untuk menjaga transparansi dan memperoleh gambaran yang lebih lengkap, Polytama juga telah meminta PT Adhi Karya untuk menyampaikan data mengenai penyerapan tenaga kerja lokal yang terlibat dalam sektor proyek konstruksi jetty secara berkala.
Forum koordinasi tersebut menghasilkan sejumlah rencana langkah tindak lanjut yang akan dikawal bersama. Salah satunya adalah peningkatan evaluasi aspek keselamatan dan jalur operasional proyek. Polytama akan berkoordinasi dengan PT Pertamina Gas (Pertagas) untuk memastikan dan memprioritaskan keamanan area operasional bagi masyarakat.
Polytama juga membuka peluang pengembangan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekitar agar memberi manfaat jangka panjang, seperti pelatihan, maupun dukungan lain yang sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan. Termasuk dukungan bagi karang taruna desa.
Camat Juntinyuat mengajak semua pihak memperkuat komunikasi dengan pemerintah desa dan masyarakat. Menurutnya, komunikasi yang terbuka dan dilakukan secara rutin menjadi salah satu kunci dalam menjaga hubungan yang harmonis serta mendukung kelancaran kegiatan pembangunan di wilayah tersebut. Melalui komunikasi yang rutin, terbuka, dan konstruktif, setiap tantangan dapat dibahas dan dicarikan solusi bersama sehingga tercipta kondisi yang kondusif.
Sebagai tindak lanjut, akan dilakukan forum komunikasi secara berkala. Forum tersebut akan menjadi ruang untuk menyampaikan perkembangan penanganan aspirasi, mengevaluasi pelaksanaan pekerjaan, serta membangun koordinasi yang transparan, terukur, dan berkelanjutan.
Polytama pun menghormati dan menerima aspirasi, termasuk laporan mengenai dugaan dampak getaran dan kebisingan, kondisi bangunan warga, aktivitas nelayan, kesempatan kerja masyarakat lokal, serta berbagai hal lain yang dirasakan selama berlangsungnya pekerjaan proyek dengan melakukan pemantauan langsung di lapangan.
Setiap aspirasi masyarakat merupakan perhatian terhadap perusahaan dan akan ditindaklanjuti melalui proses pengecekan lapangan serta koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan kondisi aktual dan menentukan tindakan penanganan berdasarkan data serta fakta teknis.
Mengenai aktivitas nelayan dan kondisi alur perahu atau baro, Polytama memahami bahwa keberlangsungan aktivitas masyarakat pesisir merupakan bagian penting dari kehidupan ekonomi masyarakat setempat. Oleh karena itu, laporan mengenai akses perahu, sedimentasi, maupun kondisi alur pelayaran akan diverifikasi bersama untuk memperoleh gambaran faktual mengenai kondisi tersebut serta keterkaitannya dengan aktivitas pekerjaan proyek. Sehingga dukungan maupun penyelesaian dapat diterima kedua belah pihak.
Dalam menjalankan proyek dan kegiatan operasionalnya, Polytama senantiasa mengedepankan prinsip keselamatan, kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, perlindungan lingkungan, serta hubungan yang baik dengan masyarakat. Perusahaan berharap seluruh pihak dapat menjaga komunikasi yang konstruktif serta memberikan ruang bagi proses verifikasi dan penyelesaian untuk dilakukan secara objektif, proporsional, dan berlandaskan asas manfaat bersama dalam jangka panjang.
Dukungan pemerintah daerah serta masyarakat sekitar juga menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan dengan baik. Karena itu, Polytama selalu membuka ruang dialog agar berbagai perkembangan, masukan, maupun kondisi yang muncul selama kegiatan proyek dapat dibahas secara terbuka dan dicarikan solusi bersama.
“Kami ingin komunikasi seperti ini terus ditingkatkan. Kalau diperlukan, forum seperti ini dapat dilakukan secara berkala sehingga kami bisa mendengar langsung dan merespons berbagai masukan dari masyarakat,” tegas Dwinanto.
Penguatan komunikasi tersebut juga menjadi bentuk komitmen Polytama untuk memastikan kegiatan pembangunan memberikan manfaat yang optimal sekaligus memperhatikan kondisi sosial masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Kami ingin pembangunan ini menjadi sesuatu yang memberikan manfaat. Tujuannya baik, dan kami ingin proses pengerjaannya juga berjalan dengan baik. Karena itu, dukungan serta komunikasi dengan pemerintah dan masyarakat sangat penting bagi kami,” tutur Dwinanto.
Ke depan, Polytama bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, masyarakat, komunitas nelayan, serta mitra kontraktor akan terus memperkuat koordinasi. Langkah tersebut sekaligus menegaskan komitmen Polytama untuk tumbuh bersama masyarakat Indramayu dan menjadikan pembangunan pabrik kedua sebagai bagian dari upaya menciptakan manfaat ekonomi, sosial, dan industri yang berkelanjutan bagi daerah, juga industri petrokimia nasional.












