Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan kapasitas penyimpanan cadangan minyak Indonesia berada dalam kondisi aman di tengah dinamika global. Pemerintah menilai stok energi nasional masih mampu memenuhi kebutuhan domestik, termasuk menghadapi lonjakan permintaan selama periode mudik Idulfitri.
Menurut Bahlil, ketahanan stok minyak nasional saat ini berada pada kisaran 21 hingga 24 hari. Angka ini mencerminkan kapasitas penyimpanan yang cukup untuk menjaga stabilitas pasokan energi dalam negeri, sekaligus memberikan ruang bagi pemerintah untuk merespons fluktuasi global.
“Cadangan minyak kita storage-nya itu kan minimal 21 sampai 24 hari,” ujarnya, menegaskan bahwa posisi cadangan nasional masih dalam batas aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri.
Ia menjelaskan bahwa angka tersebut bersifat dinamis karena adanya sistem distribusi yang terus bergerak. Pasokan minyak tidak bersifat statis, melainkan mengalami perputaran secara berkala, baik melalui produksi domestik maupun impor yang terus masuk ke dalam sistem logistik nasional.
Mekanisme keluar masuk pasokan ini menjadi kunci dalam menjaga kesinambungan distribusi energi. Dengan sistem tersebut, stok yang tersedia di dalam negeri selalu diperbarui secara berkala, sehingga risiko kekurangan pasokan dapat diminimalkan.
Dalam konteks global, volatilitas harga dan pasokan energi masih tinggi akibat ketegangan geopolitik dan perubahan permintaan. Harga minyak dunia dalam beberapa waktu terakhir bergerak di kisaran US$85–100 per barel, mencerminkan tekanan yang harus diantisipasi oleh negara-negara importir energi seperti Indonesia.
Dari sisi ketahanan energi, standar internasional umumnya merekomendasikan cadangan strategis minimal 60–90 hari konsumsi untuk menghadapi gangguan pasokan. Dengan posisi saat ini, Indonesia masih memiliki ruang untuk memperkuat kapasitas cadangan guna meningkatkan resiliensi jangka panjang.
Ke depan, pemerintah terus mendorong diversifikasi sumber energi serta peningkatan infrastruktur penyimpanan untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, pengelolaan cadangan yang adaptif dan efisien menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi dan keamanan energi nasional.












