PT United Tractors Tbk atau United Tractors (UNTR) menyatakan kesiapan untuk melanjutkan operasional tambang emas Martabe yang dikelola anak usahanya, PT Agincourt Resources (PTAR), setelah sebelumnya sempat dihentikan oleh Satgas PKH terkait isu lingkungan.
Perseroan menyambut positif keputusan Kementerian Lingkungan Hidup yang telah memberikan persetujuan bagi PTAR untuk kembali menjalankan aktivitas operasional. Keputusan ini menjadi langkah penting dalam memastikan keberlanjutan kegiatan tambang dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan.
Corporate Secretary UNTR, Ari Setiyawan, menyampaikan bahwa saat ini perusahaan tengah melakukan berbagai persiapan internal sebelum operasional dimulai kembali. Proses ini mencakup kesiapan teknis, operasional, serta koordinasi dengan regulator terkait.
“PTAR saat ini tengah melakukan persiapan internal untuk dimulainya kembali kegiatan operasional dengan tetap berkoordinasi dengan KLH dan instansi terkait lainnya, sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Perseroan menegaskan bahwa proses restart operasional akan dilakukan secara bertahap dan penuh kehati-hatian. Hal ini bertujuan untuk memastikan seluruh aspek, termasuk keselamatan, lingkungan, dan kepatuhan regulasi, telah terpenuhi secara optimal.
Dalam pelaksanaannya, UNTR menekankan komitmen untuk mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga keberlanjutan operasional sekaligus meminimalkan risiko lingkungan di masa mendatang.
Secara industri, sektor pertambangan emas global menunjukkan tren pertumbuhan moderat dengan produksi relatif stabil, sementara harga emas cenderung bertahan di level tinggi, berkisar US$1.900–2.100 per ons dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini memberikan prospek positif bagi operasional tambang seperti Martabe.
Dengan dimulainya kembali aktivitas tambang, UNTR diharapkan dapat kembali mengoptimalkan kontribusi dari lini bisnis pertambangan emas. Namun, di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu lingkungan, keberhasilan operasional ke depan akan sangat ditentukan oleh keseimbangan antara produktivitas dan kepatuhan terhadap prinsip keberlanjutan.












