PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) mencatatkan kinerja keuangan yang stabil sepanjang 2025 dengan laba bersih sebesar Rp3,67 triliun, meningkat dari Rp3,33 triliun pada 2024. Pertumbuhan ini mencerminkan ketahanan bisnis menara telekomunikasi di tengah meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital.
Pendapatan perseroan mencapai Rp13,23 triliun atau tumbuh 4,65% secara tahunan. Kontribusi terbesar berasal dari pendapatan sewa menara kepada pihak ketiga sebesar Rp11,67 triliun, sementara pendapatan jasa dan lainnya menyumbang Rp1,48 triliun.
Dari sisi pelanggan, pendapatan TOWR didominasi oleh operator telekomunikasi besar. PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk berkontribusi Rp5,55 triliun atau sekitar 42% dari total pendapatan, diikuti PT Indosat Tbk sebesar Rp4,55 triliun (34%), serta Telkomsel sebesar Rp1,51 triliun (11%).
Kenaikan pendapatan turut diiringi peningkatan beban pokok sebesar 4,81% menjadi Rp4,18 triliun. Meski demikian, perseroan tetap mampu mencatatkan pertumbuhan laba bruto sebesar 4,58% menjadi Rp9,13 triliun, menunjukkan efisiensi operasional yang tetap terjaga.
Dari sisi likuiditas, kas dan setara kas tercatat sebesar Rp647,5 miliar, menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini mengindikasikan adanya alokasi dana untuk ekspansi dan penguatan infrastruktur jaringan.
Secara neraca, total aset TOWR tercatat Rp77,26 triliun, relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, liabilitas turun signifikan menjadi Rp50,18 triliun dari Rp58,6 triliun, yang berdampak pada peningkatan ekuitas menjadi Rp27 triliun.
Secara industri, prospek bisnis menara telekomunikasi masih positif seiring meningkatnya kebutuhan data. Laporan GSMA memperkirakan trafik data seluler global tumbuh lebih dari 20% per tahun hingga 2027, didorong oleh adopsi 5G dan digitalisasi ekonomi.












