PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) mencatatkan dinamika kinerja sepanjang 2025 dengan pertumbuhan penjualan, namun di sisi lain mengalami penurunan laba bersih. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp2,86 triliun, turun 4,5% dibandingkan Rp3 triliun pada 2024.
Penurunan laba ini berdampak pada laba per saham yang turun menjadi Rp128,42 per lembar, dari sebelumnya Rp134,19. Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan terhadap profitabilitas meskipun kinerja penjualan tetap tumbuh.
Dari sisi pendapatan, MYOR mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp38,68 triliun atau meningkat 7,23% secara tahunan. Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan penjualan di berbagai segmen produk, baik makanan maupun minuman olahan dalam kemasan.
Secara rinci, segmen makanan olahan mencatat penjualan Rp24,14 triliun, sementara minuman olahan mencapai Rp18,25 triliun sebelum eliminasi. Hal ini menegaskan kekuatan portofolio produk Mayora yang tetap diminati pasar domestik maupun internasional.
Dari sisi geografis, pasar domestik masih menjadi kontributor utama dengan penjualan Rp22,83 triliun, diikuti pasar ekspor sebesar Rp15,87 triliun. Kinerja ekspor yang tetap kuat menunjukkan daya saing produk Mayora di pasar global.
Namun, peningkatan penjualan diiringi kenaikan beban operasional. Beban pokok penjualan tercatat Rp30,18 triliun, ditambah beban penjualan Rp3,88 triliun serta beban bunga Rp593,09 miliar, yang secara keseluruhan menekan margin laba perusahaan.












