PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk. (RISE) menunjukkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun buku 2025 dengan strategi optimalisasi portofolio proyek yang semakin terarah. Perseroan berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp410,72 miliar, meningkat 12,35% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp365,59 miliar. Pertumbuhan ini mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam memanfaatkan momentum pasar sekaligus memperkuat kontribusi dari lini bisnis utama.
Kinerja positif tersebut tidak terlepas dari peningkatan kontribusi penjualan properti serta pengelolaan operasional yang semakin efisien. Di tengah tantangan industri, RISE mampu menjaga stabilitas pertumbuhan dengan memaksimalkan potensi proyek yang memiliki nilai tambah tinggi, sehingga berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan secara berkelanjutan.
Presiden Direktur RISE, Budi Agusti, menyampaikan bahwa capaian ini menjadi indikasi kuatnya fundamental bisnis perseroan. “Pertumbuhan pendapatan yang konsisten serta lonjakan laba tahun berjalan mencerminkan keberhasilan kami dalam mengelola proyek secara selektif dan meningkatkan efisiensi operasional,” ujarnya, menegaskan arah strategi perusahaan yang semakin matang.
Salah satu pendorong utama pertumbuhan berasal dari segmen apartemen yang mencatat lonjakan signifikan hingga 155% secara tahunan. Kontribusinya terhadap total pendapatan meningkat tajam menjadi 37% pada 2025, dibandingkan hanya 16% pada 2024. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran preferensi pasar sekaligus keberhasilan RISE dalam menangkap peluang di segmen hunian vertikal.
Sebaliknya, segmen perhotelan mengalami penurunan kontribusi seiring kebijakan pengetatan yang diterapkan pemerintah. Porsi pendapatan dari sektor ini turun menjadi 44% dari sebelumnya 60% pada 2024. Meski demikian, diversifikasi portofolio yang dilakukan perseroan mampu menjaga keseimbangan kinerja secara keseluruhan.
Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, RISE juga mencatat lonjakan laba tahun berjalan yang signifikan menjadi Rp92,21 miliar, atau meningkat sekitar 165% dibandingkan Rp34,81 miliar pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh kenaikan laba usaha serta keberhasilan perusahaan dalam menekan beban operasional secara konsisten.
Laba usaha perseroan turut meningkat menjadi Rp85,90 miliar dari Rp46,66 miliar pada 2024. Hal ini mencerminkan perbaikan margin serta efektivitas pengelolaan biaya yang semakin optimal. Dari sisi struktur pendapatan, segmen pengembangan real estat tetap menjadi tulang punggung dengan kontribusi sebesar 54% atau Rp220,9 miliar.
Secara industri, prospek sektor properti nasional juga menunjukkan tren positif. Berdasarkan berbagai riset pasar terkini, permintaan hunian diproyeksikan tumbuh sekitar 8–10% pada 2025, didorong oleh kebutuhan backlog perumahan yang masih tinggi di atas 12 juta unit serta meningkatnya minat terhadap hunian vertikal di kawasan perkotaan. Dalam konteks ini, strategi RISE yang fokus pada proyek selektif dan efisiensi operasional menempatkan perseroan pada posisi yang kompetitif untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan di masa mendatang.












