PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG) mencatatkan kinerja keuangan yang impresif sepanjang tahun 2025 dengan pendapatan mencapai Rp4,15 triliun, tumbuh 23,15% secara tahunan dari Rp3,37 triliun pada 2024. Pencapaian ini mencerminkan keberhasilan perseroan dalam mendorong pertumbuhan volume penjualan di seluruh lini bisnisnya.
Direktur Utama DGWG, David Yaory, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan kelanjutan dari kinerja operasional yang mencatatkan rekor volume penjualan tertinggi. “Pencapaian pada 2025 merupakan kelanjutan dari kinerja operasional perseroan yang mencatatkan rekor volume penjualan tertinggi,” ujarnya, menegaskan konsistensi strategi pertumbuhan perusahaan.
Dari sisi profitabilitas, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp218,85 miliar, meningkat 22,48% dibandingkan Rp178,69 miliar pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan volume penjualan di seluruh segmen usaha, mulai dari agrokimia, pupuk, hingga alat-alat pertanian.
Kinerja tersebut menunjukkan peran strategis DGWG dalam menjaga ketersediaan sarana produksi pertanian, yang menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian nasional. Perseroan terus memastikan bahwa produk yang dihadirkan tetap relevan dengan kebutuhan petani di berbagai daerah.
Direktur DGWG, Danny Jo Putra, menambahkan bahwa pertumbuhan kinerja juga didukung oleh pengelolaan operasional yang disiplin dan terukur. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan menjaga efisiensi sekaligus mempertahankan keberlanjutan bisnis di tengah dinamika industri.
Sebagai bagian dari ekosistem agro input nasional, DGWG terus memperkuat distribusi dan ketersediaan produk guna mendukung ketahanan pangan. Strategi ini mencakup peningkatan volume penjualan, efisiensi operasional, serta penguatan jaringan distribusi yang menjadi kunci dalam menjaga kesinambungan pertumbuhan usaha.
Dalam konteks nasional, sektor pertanian Indonesia menunjukkan tren positif. Pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto menempatkan ketahanan pangan sebagai prioritas strategis, dengan target mempercepat swasembada pangan dan energi di tengah ketidakpastian global yang terus berkembang.
Sejalan dengan arah kebijakan tersebut, sektor agraria pada 2025 mencatat surplus produksi beras sekitar 13% dibandingkan tahun sebelumnya. Secara global, permintaan pangan diproyeksikan tumbuh 1,5–2% per tahun hingga 2030, didorong oleh pertumbuhan populasi. Kondisi ini membuka peluang besar bagi pelaku industri seperti DGWG untuk terus memperkuat perannya dalam mendukung produktivitas pertanian sekaligus meningkatkan daya saing sektor pangan nasional.












