PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) atau Tanrise Property mencatatkan kinerja keuangan yang impresif sepanjang 2025. Perseroan membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik sebesar Rp87,19 miliar, melonjak 133,45% dibandingkan Rp37,34 miliar pada tahun sebelumnya.
Lonjakan laba tersebut turut mendorong peningkatan laba per saham dasar menjadi Rp5,38 dari sebelumnya Rp2,31. Dari sisi top line, pendapatan perseroan tercatat sebesar Rp410,71 miliar, meningkat dari Rp365,58 miliar, mencerminkan pertumbuhan bisnis yang tetap terjaga di tengah dinamika sektor properti.
Kontributor utama pendapatan berasal dari segmen real estate sebesar Rp220,88 miliar, diikuti perhotelan Rp180,47 miliar, serta perkantoran Rp9,36 miliar. Komposisi ini menunjukkan diversifikasi portofolio bisnis yang menjadi salah satu kekuatan utama perseroan dalam menjaga stabilitas pendapatan.
Secara geografis, Surabaya menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi Rp332,44 miliar, disusul Sidoarjo, Gresik, Malang, hingga Bali dan Bandung. Sebaran proyek di berbagai wilayah ini memperkuat posisi RISE dalam menangkap peluang pertumbuhan di pasar properti regional.
Meskipun beban pokok pendapatan meningkat menjadi Rp214,48 miliar, perseroan tetap mampu mencatatkan laba kotor sebesar Rp196,23 miliar, naik dari Rp186,51 miliar. Hal ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menjaga margin di tengah kenaikan biaya.
Efisiensi operasional menjadi faktor kunci, tercermin dari penurunan beban penjualan menjadi Rp21,46 miliar serta beban umum dan administrasi yang turun signifikan menjadi Rp88,88 miliar. Total beban usaha pun menyusut menjadi Rp110,34 miliar, sehingga laba usaha meningkat tajam menjadi Rp85,89 miliar dari Rp46,66 miliar.
Dari sisi neraca, total aset perseroan meningkat menjadi Rp3,52 triliun. Sementara itu, liabilitas berhasil ditekan menjadi Rp747,45 miliar dan ekuitas menguat menjadi Rp2,77 triliun, mencerminkan struktur keuangan yang semakin sehat dan solid.
Secara industri, sektor properti Indonesia diproyeksikan tumbuh 8–10% per tahun dengan dukungan kebutuhan backlog perumahan yang masih tinggi, diperkirakan lebih dari 12 juta unit. Dalam konteks ini, strategi efisiensi dan diversifikasi yang dijalankan RISE menjadi fondasi penting untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan. Seperti disampaikan manajemen, “kombinasi pertumbuhan pendapatan, efisiensi beban, serta penguatan struktur keuangan menjadi faktor utama yang mendorong kinerja RISE melesat sepanjang tahun 2025,” menegaskan arah bisnis yang semakin kuat ke depan.












