PT Sigma Energy Compressindo Tbk (SICO) resmi menetapkan pembagian dividen final untuk tahun buku 2025 melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 9 April 2026. Perseroan akan membagikan dividen tunai sebesar Rp2 per saham dengan total nilai mencapai Rp1,82 miliar.
Jumlah dividen tersebut setara dengan 14,25% dari laba bersih yang tercatat sebesar Rp12,77 miliar. Kebijakan ini mencerminkan strategi perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara pembagian keuntungan kepada pemegang saham dan kebutuhan pendanaan untuk ekspansi bisnis.
Kinerja keuangan SICO sepanjang 2025 menunjukkan pertumbuhan yang solid. Laba bersih meningkat 16% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp11,1 miliar, seiring dengan lonjakan pendapatan sebesar 38% menjadi Rp154,18 miliar. Pertumbuhan ini mengindikasikan peningkatan aktivitas bisnis di sektor jasa energi yang mulai pulih.
Manajemen menegaskan bahwa capaian ini menjadi fondasi penting untuk ekspansi ke depan. “Pertumbuhan laba dan pendapatan ini mencerminkan kinerja operasional yang semakin kuat serta memberikan ruang bagi Perseroan untuk terus berkembang,” menjadi refleksi arah strategis perusahaan dalam menjaga momentum bisnis.
Dari sisi fundamental, posisi keuangan SICO juga terbilang sehat dengan saldo laba ditahan sebesar Rp29 miliar dan total ekuitas mencapai Rp133 miliar. Struktur permodalan yang kuat ini memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk menangkap peluang pertumbuhan di sektor energi yang masih prospektif.
Jadwal pembagian dividen telah ditetapkan, dengan recording date pada 21 April 2026 dan pembayaran dividen pada 8 Mei 2026. Investor yang ingin memperoleh dividen perlu memperhatikan periode cum dan ex dividen yang dimulai pada 17 April 2026 untuk pasar reguler.
Di sisi pasar, pergerakan saham SICO masih menunjukkan tekanan jangka pendek. Pada perdagangan 13 April 2026, saham ditutup turun 0,76% ke level Rp130, dengan koreksi sekitar 5,8% dalam satu bulan terakhir. Kondisi ini mencerminkan sentimen pasar yang masih berhati-hati terhadap saham sektor energi skala menengah.
Secara lebih luas, prospek industri energi tetap menjanjikan. Data riset terbaru menunjukkan investasi sektor energi di Asia Tenggara diproyeksikan tumbuh lebih dari 5% per tahun hingga 2030, didorong oleh kebutuhan energi dan transisi menuju efisiensi. Dalam konteks ini, kinerja dan strategi SICO menempatkan perusahaan pada posisi yang cukup kompetitif untuk memanfaatkan peluang pertumbuhan jangka panjang.












