Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Astra Graphia Tbk memutuskan pembagian dividen tunai sebesar Rp325,056 miliar dari laba bersih tahun buku 2025. Nilai ini setara dengan Rp241 per saham, termasuk dividen interim yang telah dibayarkan sebelumnya. Keputusan ini mencerminkan komitmen perseroan dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham di tengah dinamika industri yang terus berubah.
Direktur ASGR, Trivena Nalsalita, menyampaikan bahwa penggunaan laba bersih mencapai Rp270,6 miliar ditambah sebagian saldo laba ditahan sebesar Rp54,4 miliar. “Menyetujui penggunaan laba bersih Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025,” ujarnya, menegaskan soliditas kinerja keuangan perusahaan.
Pembayaran dividen lanjutan sebesar Rp211 per saham atau total Rp284,592 miliar dijadwalkan pada 13 Mei 2026 kepada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham per 27 April 2026. Langkah ini memperkuat daya tarik saham ASGR di tengah kondisi pasar yang mulai lebih selektif terhadap emiten dengan fundamental kuat.
Selain pembagian dividen, RUPST juga menyetujui laporan tahunan 2025 dengan opini wajar tanpa pengecualian dari Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan yang berafiliasi dengan PricewaterhouseCoopers. Penunjukan kembali auditor yang sama untuk tahun buku 2026 menegaskan komitmen perseroan terhadap transparansi dan tata kelola perusahaan yang baik.
Dari sisi manajemen, perseroan menetapkan Santosa sebagai Presiden Komisaris, sementara Hendrix Pramana tetap menjabat Presiden Direktur. Susunan ini diharapkan menjaga kesinambungan strategi bisnis dan akselerasi transformasi perusahaan.
Secara prospek, analis dari KISI Sekuritas menilai kinerja ASGR pada 2026 masih positif, meskipun pergerakan saham cenderung konsolidatif setelah mengalami reli. Validasi kinerja kuartal I-2026 akan menjadi faktor kunci dalam menentukan arah valuasi ke depan, seiring meningkatnya kehati-hatian investor.
Penguatan fundamental ASGR difokuskan pada pengembangan bisnis digital, khususnya solusi percetakan digital dengan nilai proyek di bawah Rp4 miliar yang menyasar sektor UMKM dan industri kreatif. Data menunjukkan sektor UMKM Indonesia menyumbang lebih dari 60% terhadap PDB nasional dan tumbuh stabil di kisaran 4–5% per tahun, menjadikannya pasar potensial bagi layanan digital printing dan solusi dokumen.
Selain itu, unit teknologi informasi melalui anak usaha PT Astra Graphia Information Technology diproyeksikan menjadi motor pertumbuhan utama. Hal ini sejalan dengan tren belanja IT di Indonesia yang menurut berbagai riset industri diperkirakan tumbuh di atas 8–10% per tahun hingga 2027, didorong oleh percepatan digitalisasi korporasi. Dengan strategi ini, ASGR berada pada posisi yang relevan untuk menangkap peluang pertumbuhan jangka menengah hingga panjang, meskipun tetap bergantung pada konsistensi kinerja keuangan yang terealisasi.











