Semua komputer di dunia digital berinteraksi satu sama lain secara cepat, kompleks, dan akurat. Keterhubungan antar-perangkat tersebut bisa menimbulkan dua dampak, positif dan negatif. Beralih dari komputer, berkembangnya teknologi membuat segala hal saat ini mengacu pada internet of things, yaitu keterhubungan semua perangkat elektronik dan dapat diakses hanya melalui satu alat.
“Komponen dasar dari internet of things ialah hardware, software, network, data, dan brainware. Kelimanya saling bekerja sama dan memiliki sistem keamanannya sendiri,” jelas Yoseph Hendrik, Dosen Informasi & Technology Sekolah Tinggi Tarakanita, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barar, Rabu (15/9/2021).
Jaringan yang menghubungkan memperluas ancaman digital menjadi lebih kompleks. Meski memiliki sistem keamanan yang telah terbentuk, pengguna perlu memperhatikan hal ini secara mandiri untuk melindungi data pribadi.
Data privasi adalah kontrol pemilik data atas pendistribusiannya ke pihak yang berhak, sehingga terhindar dari risiko penjualan dan penyebaran data yang tidak sah.
Menjaga privasi berarti kita menghindari ancaman virtual secara langsung maupun tidak langsung, sekaligus melindungi jejak digital dan reputasi diri di masa depan. Data privasi ini meliputi NIK, nama, alamat, tanggal lahir, email, kata sandi, data perbankan, rekam medis, pendidikan, dan lainnya.
Kebocoran data pribadi terjadi karena adanya akses ilegal pada perangkat seperti dicuri, akses ilegal terhadap sistem komputer seperti virus, serta kelalaian karena manusia itu sendiri misalnya password yang terlalu mudah. Dalam sistem komputer, kerahasiaan data mencakup kerahasiaan, autentikasi, integritas data, dan tidak adanya penyangkalan. Artinya, ketika kita telah mem-posting sesuatu maka tidak bisa menyangkal.
“Menjaga keamanan data dengan penggunaan sandi keamanan sebagai proteksi digital. Pastikan kalau punya password jangan membiarkan orang lain tahu dan diganti secara berkala,” tutur Yoseph.
Ia menjelaskan, sandi keamanan sendiri ada yang bersifat statis dan dinamis. Sandi statis atau tetap meliputi user id, password, dan pin. Berbeda dengan sandi dinamis yang bersifat sementara dan diubah oleh sistem, jenis ini meliputi OTP, captcha, dan two factor authentication.
Pada sandi statis, pastikan password menggunakan minimal 8 karakter dengan kombinasi huruf, angka, dan simbol. Ia pun menjelaskan, penggunaan PIN terdiri dari 4-6 digit angka. Dalam membuatnya hindari menggunakan tanggal lahir agar lebih aman.
Untuk selalu menjaga keamanan data privasi, selalu berhati-hati terhadap pesan yang meminta info pribadi, cek validitas URL dan link yang diakses, jangan mudah menginstall aplikasi tidak resmi, gunakan software terupdate, dan waspadai para peniru identitas.
Webinar juga menghadirkan pembicara Michael Sjukrie (PADI Course Director Underwater Photography), Ismail Tajiri (Ketua RTIK Kab. Sukabumi), Aidil Wicaksono (Managing Director Kaizen Room), dan Maichel Kainama sebagai Key Opinion Leader.












