Para orang tua dan guru dalam mengawasi anak di dunia digital menjadi sebuah kewajiban. Namun kita tidak perlu repot karena banyak kemudahan yang ditawarkan. Seperti di YouTube ada cara mengatur agar konten yang dibuka ramah anak.
Ginna Desiana, relawan TIK Jawa Barat menjelaskan caranya yakni dengan membuka aplikasi YouTube, pilih menu settings, pilih menu general. Cari pilihan Restricted Mode kemudian aktifkan. Menu ini membuat konten-konten dewasa tidak akan tampil. Google juga dapat diatur.
“Semua dapat ditanya ke Google namun orangtua dapat mengatur apa saja yang dapat dicari. buka halaman Google kemudian pilih di bagian bawah pilih setelan kemudian cari setelan penelusuran. Di bagian filter safe search, centang kotak di samping ‘Aktifkan Safe Search’. Di bagian bawah halaman klik Simpan,” jelasnya saat menjadi pembicara dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis (16/9/2021).
Gambar-gambar tidak pantas pun akan dibatasi. Sehingga ketika anak mencari di Google kemungkinan besar tidak akan keluar gambar tidak senonoh.
Google play juga menyediakan fitur panduan untuk orang tua pada aplikasinya. Playstore yang biasa untuk men-download aplikasi pun dapat diatur. Orang tua akan tahu aplikasi mana yang sesuai untuk anak, seperti buku, musik dapat dengan mudah dipilih. Ini memudahkan orang tua jika ingin mencari aplikasi yang cocok untuk anak.
Ginna mengingatkan agar orang tua sering mengecek history Google, agar mengetahui apa saja yang dicari oleh anak. “Gunanya jika memang terselip sebuah website yang belum pantas mereka lihat, orang tua dapat langsung mengedukasi,” tuturnya.
Aplikasi parental control juga dapat diunduh berguna sebagai timer membatasi waktu anak dalam menggunakan gawai dan akses internet.
Webinar juga menghadirkan pembicara Aditianata (dosen Universitas Esa Unggul), Tety Kadi (Anggota DPR 2009-2014), Diana Balienda (Digital trainer), dan Inayah Chairunissa sebagai Key Opinion Leader.












