Pemerintah Indonesia tempuh jalur diplomasi untuk mengevakuasi dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang masih berada di kawasan Teluk Persia pascaserangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran akhir pekan lalu.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, upaya penyelamatan kedua kapal tersebut telah dibahas dalam rapat koordinasi dengan Pertamina. Pemerintah kini tengah menjajaki opsi diplomatik agar kedua kapal bisa segera keluar dari area terdampak konflik.
“Menyangkut dengan dua kapal yang dari Selat Hormuz yang sekarang lagi balik, tadi juga dibahas oleh Pertamina. Kita lagi upaya diplomasi agar ada cara yang lebih baik untuk mereka bisa dikeluarkan,” ujar Bahlil dalam konferensi pers di kantor Kementerian ESDM, Selasa (3/3/2026).
Antisipasi Gangguan Pasokan
Meski mengakui adanya gangguan arus pelayaran di jalur strategis Selat Hormuz, Bahlil memastikan situasi ini tak akan mengganggu ketahanan energi nasional. Pemerintah disebut telah menyiapkan langkah antisipatif dengan mengamankan pasokan minyak mentah dari sumber alternatif di luar kawasan konflik.
“Kalaupun tidak bisa dikeluarkan, kita sudah cari alternatif sumber crude dari yang lain dan sudah dapat,” tegasnya.
Bahlil menambahkan, kebijakan diversifikasi sumber impor yang telah dijalankan pemerintah membuat ketergantungan terhadap satu kawasan dapat diminimalkan. Ia menilai situasi ini sebagai tantangan, namun bukan persoalan krusial yang mengancam stabilitas pasokan energi nasional.
“Jadi itu problem, tapi bukan sesuatu yang sangat penting,” kata Bahlil.
Dua Kapal Masih di Area Teluk
Dua kapal tanker Pertanian yang masih berada di kawasan Teluk Persia adalah Pertamina Pride yang tengah melakukan proses loading di Ras Tanura, Arab Saudi, dan kapal Gamsunoro yang berada di Khor al Zubair, Irak.
Sebagai informasi, serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran terjadi pada Sabtu (28/2/2026) lalu. Keesokan harinya, Pertamina melaporkan posisi kedua kapalnya yang masih berada di dalam area teluk.
Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita menyatakan, perseroan terus berupaya mengevakuasi kedua kapal dari area terdampak. “Kedua kapal kami upayakan bisa segera keluar dari area teluk. Saat ini, tim armada kami tengah menjalin komunikasi intens dengan pihak pengelola untuk koordinasi dan memastikan keselamatan para kru dan kapal,” ujarnya.












