PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) mencatat lonjakan kinerja signifikan sepanjang 2025 dengan laba bersih mencapai US$101,82 juta, melonjak 873,71% secara tahunan dari US$10,45 juta pada 2024. Dengan asumsi kurs Rp16.778 per dolar AS, capaian tersebut setara sekitar Rp1,7 triliun, menandai titik balik penting bagi emiten tambang emas ini.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan pendapatan yang mencapai US$496,23 juta atau naik 72,53% YoY dibandingkan tahun sebelumnya sebesar US$287,61 juta. Kontribusi terbesar berasal dari pasar domestik senilai US$390,86 juta, sementara sisanya sebesar US$96,37 juta berasal dari pasar ekspor.
Struktur pelanggan utama turut memperkuat basis pendapatan perusahaan, dengan pembeli terbesar antara lain PT Suka Jadi Logam, PT Swarnim Murni Mulia, hingga PT Lotus Lingga Pratama. Diversifikasi pelanggan ini memberikan stabilitas permintaan di tengah dinamika harga komoditas global.
Menariknya, di tengah lonjakan pendapatan, beban pokok penjualan hanya meningkat terbatas menjadi US$286,18 juta dari US$227,09 juta pada tahun sebelumnya. Efisiensi ini menjadi faktor kunci yang mendorong ekspansi margin dan memperkuat profitabilitas perusahaan secara keseluruhan.
Dari sisi biaya operasional, perseroan mencatat beban yang relatif terkendali, termasuk beban umum dan administrasi sebesar US$11,81 juta serta beban pajak penghasilan US$63,42 juta. Struktur biaya yang disiplin membuat pertumbuhan pendapatan dapat langsung terkonversi menjadi peningkatan laba bersih yang signifikan.
Direktur Utama Rudy Suhedra sebelumnya menyampaikan optimisme terhadap kinerja semester II/2025, didorong oleh peningkatan produksi dan tren harga emas global. “Kami harapkan kinerja semester II/2025 naik, selain dari sisi produksi juga didukung harga emas yang bullish,” ujarnya, mencerminkan keyakinan manajemen terhadap momentum pasar.
Secara operasional, perusahaan menargetkan peningkatan produksi dan penjualan emas hingga 70.000 ounce pada paruh kedua 2025, dengan total volume tahunan diproyeksikan naik sekitar 25% dibandingkan realisasi 2024. Sebagai perbandingan, pada 2024 ARCI mencatat penjualan emas sebesar 97.100 ounce dengan produksi 93.400 ounce.
Momentum kinerja ARCI juga didukung oleh tren global, di mana harga emas dunia sepanjang 2025 berada dalam kisaran tinggi US$3.300–US$3.600 per ounce akibat ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya permintaan aset safe haven. Laporan World Gold Council menunjukkan permintaan emas global tumbuh sekitar 5–7% pada 2025, memperkuat prospek industri. Dengan lonjakan laba hingga hampir 10 kali lipat, perusahaan membuka peluang pembagian dividen, meski keputusan akhir tetap menunggu hasil RUPS serta mempertimbangkan kebutuhan ekspansi ke depan.











