Info Bisnis id
No Result
View All Result
Thursday, April 16, 2026
  • Investasi
  • Home
  • News
  • Wirausaha
  • Perbankan
  • teknologi
  • lifestyle
  • otomotif
  • tips
  • persona
    • Tokoh
    • Opini
    • Wawancara
  • Foto
  • Asuransi
Subscribe
Info Bisnis id
  • Investasi
  • Home
  • News
  • Wirausaha
  • Perbankan
  • teknologi
  • lifestyle
  • otomotif
  • tips
  • persona
    • Tokoh
    • Opini
    • Wawancara
  • Foto
  • Asuransi
No Result
View All Result
Info Bisnis id
No Result
View All Result
Home Bisnis

Surplus 70 Bulan Beruntun, Neraca Dagang RI Tetap Tangguh Meski Menyusut

by infobisnis@admin
April 2, 2026
0
Perjanjian Perdagangan Tuntas, Ekspor Bisa Makin Deras
153
SHARES
1.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Badan Pusat Statistik mencatat neraca perdagangan Indonesia kembali mencetak surplus sebesar US$1,27 miliar pada Februari 2026. Capaian ini memperpanjang tren positif menjadi 70 bulan berturut-turut sejak Mei 2020, menegaskan ketahanan sektor eksternal Indonesia di tengah dinamika ekonomi global.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menegaskan bahwa konsistensi surplus menjadi indikator penting stabilitas perdagangan nasional. “Neraca perdagangan Indonesia telah mencatat surplus selama 70 bulan berturut-turut sejak Mei 2020,” ujarnya.

Meski demikian, nilai surplus pada Februari 2026 tercatat lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara tahunan, terjadi penurunan yang cukup signifikan, mencerminkan tekanan dari sisi harga komoditas global dan perlambatan permintaan di beberapa negara mitra dagang utama.

Surplus Februari terutama ditopang oleh sektor nonmigas yang mencatatkan kelebihan sebesar US$2,19 miliar. Komoditas unggulan seperti lemak dan minyak nabati (termasuk sawit), bahan bakar mineral, serta besi dan baja menjadi kontributor utama terhadap kinerja ekspor Indonesia.

Di sisi lain, neraca perdagangan migas masih mengalami defisit sebesar US$0,92 miliar. Defisit ini disebabkan oleh tingginya impor minyak mentah, produk olahan minyak, serta gas, yang mencerminkan ketergantungan Indonesia terhadap energi impor.

Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia pada periode Januari–Februari 2026 mencatat surplus sebesar US$2,23 miliar. Namun angka ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$6,59 miliar, menunjukkan adanya normalisasi setelah lonjakan harga komoditas pada tahun sebelumnya.

Dari sisi mitra dagang, surplus terbesar berasal dari Amerika Serikat sebesar US$3,11 miliar, diikuti India sebesar US$2,29 miliar, dan Filipina sebesar US$1,54 miliar. Sementara defisit terbesar terjadi dengan China sebesar US$4,99 miliar, serta Australia dan Singapura.

Secara global, tren perdagangan menunjukkan perlambatan pertumbuhan volume barang akibat ketidakpastian ekonomi dan geopolitik. Data WTO terbaru memperkirakan pertumbuhan perdagangan dunia hanya sekitar 2–3% pada 2026, lebih rendah dari rata-rata historis. Dalam konteks ini, kemampuan Indonesia menjaga surplus selama 70 bulan berturut-turut menjadi sinyal kuat daya saing ekspor nasional, meski tantangan ke depan tetap besar terutama dari sisi diversifikasi produk dan ketergantungan pada komoditas.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Almarhum Ciputra Dinilai Sebagai Maestro Properti Indonesia

Kisah Sukses Pengusaha Indonesia: Dari Nol Hingga Menjadi Miliuner. Mulai Ciputra Hingga William Tanuwijaya

September 18, 2023
Apa itu Netiket ?

Dampak Tidak Beretika di Media Digital

July 28, 2021
Kisah Sukses Yasunli Transformasikan Plastik Jadi Berbagai Macam Produk

Kisah Sukses Yasunli Transformasikan Plastik Jadi Berbagai Macam Produk

February 13, 2020
Bangun Masyarakat Digital yang Beradab

Perubahan Perilaku Masyarakat Era Digital

October 31, 2021
Jonan Resmikan LPMAK Freeport

Penjualan Komatsu UNTR Turun, Sektor Tambang Masih Jadi Penopang Utama

0
Awal Pekan Rupiah Bergerak Menguat

Awal Pekan Rupiah Bergerak Menguat

0
Tiket Mahal, Pertamina Sesuaikan Harga Avtur

Tiket Mahal, Pertamina Sesuaikan Harga Avtur

0
Presiden Jokowi Optimis Sektor Pariwisata bisa Jadi Penyumbang Devisa Terbesar

Presiden Jokowi Optimis Sektor Pariwisata bisa Jadi Penyumbang Devisa Terbesar

0
Jonan Resmikan LPMAK Freeport

Penjualan Komatsu UNTR Turun, Sektor Tambang Masih Jadi Penopang Utama

April 16, 2026
Wahhh, Sudah Seribu Lebih Layanan Fintech Diblokir OJK

Pasar Surat Utang RI Makin Likuid, Transaksi SBN Tembus Rp60 Triliun per Hari

April 16, 2026
Awal Pekan Rupiah Bergerak Menguat

Astra Graphia Tebar Dividen Rp325 Miliar, Prospek 2026 Ditopang Transformasi Digital

April 16, 2026
Jonan Resmikan LPMAK Freeport

MIND ID Tancap Gas 2026, Perkuat Produksi Setelah Kinerja Lampaui Target

April 14, 2026

Recent News

Jonan Resmikan LPMAK Freeport

Penjualan Komatsu UNTR Turun, Sektor Tambang Masih Jadi Penopang Utama

April 16, 2026
Wahhh, Sudah Seribu Lebih Layanan Fintech Diblokir OJK

Pasar Surat Utang RI Makin Likuid, Transaksi SBN Tembus Rp60 Triliun per Hari

April 16, 2026

Categories

  • Agrobisnis
  • Asuransi
  • Bisnis
  • CEO
  • CSR
  • Foto
  • Investasi
  • lifestyle
  • Migas
  • News
  • Opini
  • otomotif
  • Perbankan
  • persona
  • Rubrik
  • teknologi
  • tips
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Wawancara
  • Wirausaha

Site Navigation

  • Tentang Kami
  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Tokoh
  • Wawancara
  • Asuransi
Info Bisnis id

Referensi utama seputar bisnis terkini

© 2019 infobisnis.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Investasi
  • News
  • Wirausaha
  • Perbankan
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Tips
  • Persona
    • Tokoh
    • Opini
    • Wawancara
  • Foto
  • Asuransi

© 2019 infobisnis.id

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In